RS Tetap Beroperasi Penuh Saat Libur Lebaran 2026
Seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh saat libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang jatuh pada 20-24 Maret 2026. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Adanya kepastian tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan esensial. Selain itu Menkes juga memastikan tindakan gawat darurat (emergency) selama periode libur. "Seluruh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, ada hampir 40 rumah sakit, selama liburan panjang ini sesuai arahan Bapak Presiden akan tetap beroperasi untuk semua tindakan emergensi," tandas Budi saat meninjau kesiapan layanan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.
Lebih lanjut Budi mencontohkan layanan seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), CT Scan untuk kasus stroke, hingga operasi perdarahan akibat kecelakaan akan tetap siaga 24 jam. Tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang dipastikan siap untuk menangani kasus-kasus darurat tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari penguatan pelayanan kesehatan yang dilakukan Kemenkes secara nasional. Selain itu juga untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat. Kementerian Kesehatan menyiagakan ribuan fasilitas, termasuk 3.292 rumah sakit, 10.300 puskesmas, dan 119.372 Public Safety Center (PSC). Selain itu, sekitar 2.700 Pos Pelayanan Kesehatan akan diaktifkan di 31 provinsi, didukung oleh 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan.
Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kesiapan layanan kesehatan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Menkes menyebut bahwa pemeriksaan kesehatan tersebut bertujuan memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan prima saat membawa penumpang selama periode mudik. “Pengemudi kendaraan umum akan diberikan cek kesehatan gratis, sesuai program bapak Presiden Prabowo, agar dipastikan kondisi mereka sehat saat mengendarai kendaraan,” kata Menkes.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah-daerah dengan tingkat kecelakaan tinggi agar penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat. Menkes juga mengapresiasi seluruh petugas yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan mudik. Ia berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat terus menurunkan angka kecelakaan selama periode mudik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang bertugas. Jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun terus menurun, dari sekitar 4.000 kasus menjadi sekitar 3.000 kasus tahun lalu. Mudah-mudahan tahun ini bisa turun lagi,” ujarnya.
Melalui kesiapan layanan kesehatan serta sinergi lintas sektor, pemerintah berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi kualitas pelayanan publik selama masa libur. Rini mendorong pasien dan keluarga untuk memanfaatkan kanal pengaduan resmi jika menemui kendala di lapangan.
"Kesehatan adalah layanan esensial yang harus ada setiap saat. Kami menyediakan portal www.lapor.go.id melalui SP4N-LAPOR! serta Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berbasis barcode yang tersedia di setiap fasilitas kesehatan. Masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dan Pak Menkes terhadap layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun rumah sakit," tegas Rini.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement