Perjuangan Sriani, Single Mom Asal Jombang: Tangguh Mengaspal sebagai Sopir Bus Trans Jatim
Setiap hari, Sriani dengan mantap memutar setir bus Trans Jatim Koridor 2 rute Mojokerto–Surabaya. Di balik seragam pengemudi itu, tersimpan kisah perjuangan seorang perempuan tangguh yang memilih bertahan dan berdiri di atas kemampuannya sendiri.
Sriani 52 tahun, warga Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, bukanlah sosok baru di dunia transportasi. Perempuan kelahiran 1973 ini telah lama menekuni pekerjaan sopir, sebuah pekerjaan yang lazimnya didominasi kaum pria. Jalan hidupnya mengantarkannya ke balik kemudi sejak 2016, dimulai dari mengemudikan truk tronton lintas Jawa–Bali.
“Memang dari dulu suka kerja berat. Pernah kerja di pabrik di Sidoarjo, tapi tidak betah. Akhirnya memilih jadi sopir,” ujar Sriani ditemui di sela waktu istirahatnya, Selasa, 23 Desember 2025.
Sebagai ibu tunggal, Sriani terbiasa mengandalkan kekuatan dirinya sendiri. Sejak Bus Trans Jatim resmi beroperasi pada Agustus 2023, ia bergabung sebagai pengemudi di Koridor 2 Mojokerto–Surabaya. Setiap hari, ratusan penumpang ia antar dengan penuh tanggung jawab dan disiplin.
Dari pekerjaannya tersebut, Sriani memperoleh penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR) Surabaya, sekitar Rp5,3 juta bersih per bulan. Menurutnya, pendapatan itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Saya hidup sendiri. Anak satu, cucu dua, tapi semuanya sudah berkeluarga. Tidak ada tanggungan sekolah lagi,” tuturnya tenang.
Bekerja di lingkungan yang mayoritas diisi laki-laki tak jarang membuat Sriani mendapat perhatian lebih. Namun, ia memilih menyikapinya dengan santai.
“Pasti ada godaan dari sopir laki-laki, tapi saya anggap bercanda saja,” katanya sambil tersenyum.
Di balik ketegasan dan keberaniannya mengendalikan bus besar, Sriani menyimpan harapan sederhana. Ia ingin para perempuan, terutama ibu-ibu, tetap kuat dan tidak menyerah pada keadaan.
“Semoga ibu-ibu selalu sehat dan rejekinya lancar,” ucapnya.
Kisah Sriani menjadi gambaran nyata bahwa perempuan mampu menembus batas dan stigma. Dengan tekad dan kerja keras, seorang single mom asal Jombang ini membuktikan bahwa jalanan bukan hanya milik laki-laki, melainkan juga ruang bagi perempuan tangguh untuk mengukir masa depan.
Advertisement