Film Nobody Loves Kay Angkat Sisi Lain Dunia Esports
Sebuah film yang Industri esports Indonesia di Indonesia telah tayang. Film ini berjudul Nobody Loves Kay terinspirasi dari perjalanan karier pro player ternama ONIC, Kairi. Kisah yang diangkat tidak hanya berfokus pada kompetisi esports namun juga mengulas hubungan keluarga, persahabatan. Selain itu ada perjuangan generasi muda dalam mengejar mimpi di tengah perbedaan pandangan dengan orang tua.
Film ini membuka mata tentang dunia ports/ Aktris Aurora Ribero yang memerankan karakter Amanda mengaku mendapatkan pengalaman baru selama proses produksi film tersebut. Ia mengatakan keterlibatannya dalam proyek ini membuatnya memahami dunia esports dari sudut pandang yang berbeda.
“Awalnya saya bukan seorang gamer. Setelah terlibat dalam film ini, saya jadi sadar bahwa industri ini berkembang sangat pesat. Saya juga jadi lebih mengerti sudut pandang para gamer yang ternyata tidak hanya bermain-main, tetapi benar-benar serius dan memiliki passion yang kuat,” ungkap Aurora
Menurutnya, film ini memperlihatkan bahwa profesi sebagai atlet esports membutuhkan dedikasi yang besar. Banyak orang hanya melihat hasil akhirnya tanpa memahami proses panjang yang harus dilalui para pemain profesional.
Selain mengangkat dunia esports, film Nobody Loves Kay juga membawa pesan sosial yang kuat. Selin itu film ini bisa sarana komunikasi antara generasi muda dan generasi tua. Ia melihat masih banyak orang tua yang belum memahami perkembangan industri digital. Akibatnya, perbedaan pandangan sering muncul ketika anak memilih jalur karier yang tidak konvensional. Pesan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Penonton diajak memahami bahwa setiap generasi tumbuh dengan tantangan dan peluang yang berbeda.
Konten kreator Ayastrophiile mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat sisi glamor dari dunia esports. Menurutnya, para atlet esports menjalani latihan yang tidak kalah berat dibanding atlet olahraga lainnya. Mereka harus menjaga disiplin, kemampuan bermain, serta kondisi mental agar mampu bersaing di level tertinggi. “Kita sering hanya melihat kesuksesan dan popularitasnya. Padahal mereka punya jadwal latihan yang ketat, disiplin, dan bekerja sangat serius untuk mencapai prestasi,” tegasnya.
Kisah Kay Mengejar Mimpi Menjadi Pro Player
Film Nobody Loves Kay mengikuti perjalanan KAY yang diperankan Bima Azriel. Ia merupakan pemain dari tim ONIC yang sedang bersiap menghadapi laga final kompetisi Mobile Legends: Bang Bang tingkat dunia.
Di tengah tekanan menjelang pertandingan terbesar dalam hidupnya, Kay mengenang perjalanan panjang yang membawanya ke titik tersebut. Sejak SMA, Kay memiliki mimpi menjadi pro player profesional. Ia berjuang bersama dua sahabatnya, Ido yang diperankan Rey Bong dan Aurelio yang dimainkan Joshia Frederico. Ketiganya bertekad menembus kerasnya persaingan esports profesional. Namun perjalanan mereka tidak berjalan mulus.
Nilai akademik Kay terus menurun. Kondisi itu membuat ibunya memberikan ultimatum tegas. Kay harus memperbaiki prestasi sekolah atau pindah ke Arab untuk tinggal bersama orang tuanya. Di tengah tekanan tersebut, Amanda hadir membantu Kay meningkatkan nilai akademiknya. Namun di saat yang sama, Kay tetap aktif mengikuti berbagai turnamen bersama timnya.
Perjalanan menuju mimpi besar mulai memunculkan konflik dalam tim. Ido menilai Kay kehilangan fokus terhadap tujuan bersama. Ketegangan yang terus meningkat membuat Ido mengambil keputusan berat. Ia mengeluarkan Kay dari tim yang mereka bangun bersama. Di sisi lain, Aurelio juga menghadapi masalah keluarga yang memengaruhi performanya. Situasi tersebut perlahan merusak persahabatan yang selama ini mereka jaga.
Ambisi besar membuat Kay mulai mengorbankan banyak hal. Ia menjauh dari orang-orang terdekat demi mengejar kesempatan menjadi pemain profesional. Keputusan itu membawa konsekuensi besar. Kay kehilangan sahabat, mengalami masalah akademik, dan harus menghadapi ancaman dipindahkan ke luar negeri.
Film Nobody Loves Kay diproduksi oleh Folago Pictures bersama ONIC, Visinema, Angkasa Visionari, Migunani Cinema Cult, dan Qun Films. Film ini diproduseri M. Faisal Hibatullah, Zhafran Solichin, Giovanni Rahmadeva, serta Nick Musa. Sementara kursi sutradara ditempati Bernardus Raka dengan naskah yang ditulis oleh Johanna. Melalui perpaduan drama keluarga, persahabatan, dan esports, Nobody Loves Kay menawarkan cerita yang dekat dengan realitas generasi muda dan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 4 Juni 2026.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement