Tradisi ‘Petoklikuran’, 2.000 Warga Giliketapang Berbelanja di Kota Probolinggo
Sekitar 2.000 warga warga Pulau Giliketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo menjalani tradisi turun-temurun tepat pada hari ke-27 Ramadan. Tahun ini, tradisi itu diwujudkan dengan mereka beramai-ramai naik perahu penyeberangan untuk berbelanja di Kota Probolinggo, Selasa, 17 Maret 2026.
Warga yang mayoritas nelayan itu berbelanja beragam kebutuhan pokok seperti sembako, pakaian, hingga kebutuhan lain untuk keperluan Lebaran. Sejak Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB, mereka sudah merapat di Pelabuhan Tanjung Tembaga di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Dari pelabuhan, mereka kemudian menaiki becak, becak motor, hingga ojek ke pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo. Di antara yang menjadi sasaran belanja mereka adalah sejumlah swalayan modern di Jalan dr. Soetomo, Pasar Baru, Pasar Gotong Royong, hingga Pasar Kronong.
“Tradisi Petoklikuran sudah turun-temurun dijalani warga kami kami setiap tanggal 27 Ramadan,” ujar Kepala Desa (Kades) Giliktepang, HM. Munir.
Mereka pun berangkat beramai-ramai dari pulau yang berjarak sekitar 4,5 kilometer di sebelah utara Kota Probolinggo. Karena sudah tradisi, pihak desa hanya berpesan agar mereka berhati-hati selama perjalanan dan bisa berhemat saat berbelanja menjelang Lebaran.
“Saya hendak berbelanja kue-kue dan pakaian baru untuk Lebaran,” ujar Immtaus Sholeha, warga Giliketapang.
Perempuan muda berusia 21 tahun itu datang bersama keluarga dan kerabatnya. Dia mengaku senang beramai-ramai berbelanja ke Probolinggo.
“Shopping sambil jalan-jalan di Kota Probolinggo,” ungkapnya.
Sementara itu Koordinator Kapal Penyeberangan Gili Ketapang, Suryono mengatakan, tradisi Petoklekoran tahun 2026 ini, sekitar 50 perahu penyeberangan beroperasi dari Giliketapang-Probolinggo pergi pulang (PP). Karena jumlah penumpang sekitar 2.000 orang, tentu saja 50 perahu itu panen penumpang.
Karena keterbatasan kapasitas perahu, perahu-perahu itu harus bolak-balik Giliketapang-Probolinggo.
“Kami lagi panen raya penumpang. Meski penumpang melimpah, demi keselamatan, pihak pelabuhan berpesan agar kami mengangkut penumpang tidak berlebihan,” ujar Suryono.
Sebenarnya di luar tradisi Petoklikuran, Kota Probolinggo menjadi tempat favorit bagi warga Giliketapang untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Sebab, Kota Probolinggo menjadi tempat yang paling dekat dan representatif bagi bagi warga Giliketapang untuk berbelanja.
Seperti diketahui, Pulau Giliketapang yang dihuni sekitar 10.000 jiwa warga tidak memiliki lahan pertanian. Sehingga kebutuhan pangan sehari-hari seperti, beras, sayur-mayur hingga bumbu dapur dipasok dari Probolinggo.
Seperti diketahui, warga Giliketapang sebagian besar (95 persen) warga berprofesi sebagai nelayan tangkap, budi daya, dan pengolahan ikan. Hasil tangkapan mereka pun melimpah dan dikirim ke berbagai kota di Jawa Timur.
Advertisement