Tolak Mobil Dinas, Bupati Jember Pilih Pakai Mobil Pribadi Merek Avanza Veloz
Muhammad Fawait menyatakan siap menolak pengadaan mobil dinas sebagai Bupati Jember. Gus Fawait menyatakan lebih baik memakai mobil pribadinya merek Avanza Veloz. Demikian disampaikan Gus Fawait saat memimpin apel perdana bersama ASN Pemkab Jember, di depan Kantor Pemkab Jember, Senin, 3 Maret 2025.
Gus Fawait menyatakan sesuai komitmen awal, dirinya tidak langsung menginjakkan kaki ke Pendapa Wahyawibawagraha pada hari pertama kerja. Gus Fawait memilih untuk mengunjungi Pasar Tanjung yang menjadi simbol perekonomian rakyat. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat kecil.
Bahkan komitmen memperjuangkan rakyat kecil telah dilakukan Gus Fawait saat masih mengikuti Retret di Akmil Magelang, yakni dengan menandatangani SK Guru Honorer yang lolos seleksi PPPK. Selain itu, juga menandatangani surat edaran yang meliburkan guru saat siswa sedang libur.
Di hadapan ASN Pemkab Jember, Gus Fawait juga menyinggung terkait efisiensi anggaran. Hal itu berkaitan dengan gaji ASN yang hanya cukup untuk delapan bulan.
Bagi Gus Fawait, efisiensi anggaran merupakan upaya mengoptimalkan anggaran untuk program-program strategis dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karenanya, anggaran yang berpotensi terkena efisiensi adalah anggaran perjalanan dinas.
Pada kesempatan itu, Gus Fawait juga memastikan bisa saja menolak pengadaan mobil dinas Bupati Jember. Sebab, Gus Fawait lebih merasa nyaman memakai mobil pribadinya yang bermerek Avanza Veloz.
"Saya bisa saja menolak mobil dinas. Saya memutuskan memakai Avanza Veloz sebagai bentuk kesederhanaan, meskipun seorang kepala daerah bisa saja menggunakan mobil mewah sebagai kendaraan dinas," katanya.
Gus Fawait berharap semangat menjadi pemimpin sederhana juga bisa dilakukan oleh Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Jember.
"Kalau saya memutuskan memakai Avanza Veloz, masa ia kepala dinas akan menggunakan mobil yang lebih baik dari mobil saya. Saya dibilang wong desa tidak apa-apa, karena saya memang berasal dari desa," tambahnya.
Gus Fawait juga mengajak seluruh ASN dan masyarakat Jember bersama-sama membangun Jember. Sebab, membangun daerah membutuhkan super tim. Jangan sampai masyarakat, termasuk ASN masih terbelah menjadi pendukung paslon 01 dan 02.
"Pilkada telah usai, tidak ada lagi paslon 01 dan 02. Membangun Jember dibutuhkan kebersamaan, mulai bupati, OPD, dan berbagai elemen lain," pungkasnya.
Advertisement