Tahun 2027, Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Mulai Kelas 3 SD
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, menegaskan, mata pelajaran Bahasa Inggris akan menjadi pelajaran wajib mulai kelas 3 Sekolah Dasar pada 2027.
Kebijakan ini disampaikan saat peresmian program revitalisasi satuan pendidikan di SMP Negeri 1 Balung, Kabupaten Jember, Sabtu, 21 Februari 2026.
Menurut Abdul Muβti, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah menyiapkan generasi yang adaptif terhadap tantangan global dan perkembangan teknologi.
Karena itu, sepanjang 2026 pemerintah mulai memfokuskan pelatihan bagi guru-guru SD, khususnya guru kelas, agar siap mengajarkan Bahasa Inggris secara efektif.
βTahun 2027 Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD. Karena itu, tahun 2026 ini kami sudah mulai melatih guru-guru, terutama guru kelas di tingkat SD,β ujarnya.
Di Kabupaten Jember, kebijakan ini menjadi perhatian serius karena kesiapan guru menjadi kunci keberhasilan implementasi.
Abdul Muβti meminta kepala sekolah dan dinas pendidikan setempat aktif mendorong guru mengikuti pelatihan yang difasilitasi pemerintah.
Ia menegaskan, penguatan Bahasa Inggris bukan sekadar tambahan mata pelajaran, melainkan bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
βIni bagian dari peningkatan kualitas guru dan bagian dari anggaran pendidikan. Kita ingin anak-anak Indonesia, termasuk di Jember, memiliki bekal bahasa internasional sejak dini,β katanya.
Lebih jauh Mendikdasmen menjelaskan, pendidikan harus berorientasi ke masa depan (future oriented). Bahasa Inggris dinilai menjadi kompetensi dasar yang mendukung penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, hingga keterampilan digital seperti Artificial Intelligence (AI) dan coding.
Selain itu, lanjut Muβti, , tantangan global menuntut generasi muda memiliki kemampuan komunikasi internasional serta daya saing tinggi.
βAnak-anak kita hidup di masa depan, bukan di masa lalu. Maka pendidikan harus membekali mereka dengan keterampilan yang relevan, termasuk Bahasa Inggris,β tegasnya.
Abdul Muβti juga menegaskan pemerintah saat ini tidak mengubah kurikulum secara menyeluruh. Namun menambahkan penguatan materi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Bahasa Inggris menjadi salah satu prioritas, di samping AI dan coding yang sudah mulai diperkenalkan sebagai mata pelajaran pilihan.
Abdul Mu'ti berharap kebijakan tersebut berjalan seiring dengan program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran di Kabupaten Jember.
Dengan fasilitas yang semakin baik dan guru yang terlatih, implementasi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib diyakini dapat berjalan optimal.
βKalau sarana sudah baik dan guru terus dilatih, maka kualitas pembelajaran pasti meningkat. Itu yang kita harapkan terjadi di seluruh sekolah, termasuk di Kabupaten Jember,β pungkasnya.
Advertisement