PSSI dan Suporter Persipro Tolak Event Harjapro di Stadion Bayuangga Probolinggo
Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Probolinggo menolak event Hari Jadi Kota Probolinggo (Harjapro) ke-666 digelar di Stadion Bayuangga. Sebab event Harjapro yang jatuh pada 4 September itu dinilai berpotensi merusak rumput dan mengakibatkan tumpukan sampah.
"Apalagi PSSI sudah menyewa Stadion Bayuangga selama satu tahun," kata Ketua Askot PSSI Probolinggo, Eko Purwanto didampingi perwakilan suporter Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Kota Probolinggo (Persipro) saat pers rilis, Kamis, 28 Agustus 2025 siang.
Memang dalam gambar tata letak (layout) event Harjapro 2025, pedagang maupun wahana permainan tidak ditempatkan di tengah lapangan. Namun dikhawatirkan pengunjung pasti akan memanfaatkan (rumput) lapangan untuk tempat duduk.
"Hal ini berpotensi merusak rumput stadion yang beberapa waktu yang lalu sudah dilakukan perbaikan. Bahkan, event tahunan ini sudah ditandatangani oleh Walikota Probolinggo," kata Eko.
Sisi lain, Askot PSSI telah menyewa stadion tersebut selama satu tahun senilai Rp20 juta. Termasuk di dalamnya sewa kantor untuk Askot PSSI.
PSSI memutuskan, menolak dan berharap agar event Harjapro dialihkan ke lokasi lain, salah satunya, di Aun-lun Kota Probolinggo. Apalagi pertengahan Agustus lalu, proyek revitalisasi alun-alun gagal tender.
"Penolakan ini bukan hanya datang dari PSSI, namun sudah ada 20 klub sepakbola di Kota Probolinggo yang menolak event tersebut, tentunya kami berharap agar event Harjapro tidak digelar di Stadion Bayuangga," tambah anggota DPRD Kota Probolinggo dari PKB itu.
Hal senada disampaikan perwakilan suporter yang tergabung dalam Curvasud, Nur Ali. Ia menyebut, suporter Persipro menolak event Harjapro digelar di Stadion Bayuangga.
Penolakan tersebut, kata Ali, setiap tahun disuarakan ketika akan ada kegiatan di Stadion Bayuangga.
“Terlebih, dalam tiga atau empat bulan mendatang, Liga 4 akan digelar. Kami rindu melihat sepak bola Kota Probolinggo," katanya.
Terkait hal ini, Kasi Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo, Ananto, membenarkan, PSSI telah mengontrak Stadion Bayuangga selama satu tahun. PSSI juga telah mengambil langkah antisipasi jika ada kerusakan.
"Jadi kami telah meminta uang jaminan kepada Event Organizer (EO) untuk perbaikan jika ada kerusakan, namun jika tidak ada maka uang jaminan akan dikembalikan," katanya.
Ananto menegaskan, Dispopar mendukung program pemerintah, di sisi lain juga menjaga kelestarian rumput di stadion.
"Makanya Kepala Dinas meminta agar pihak EO bertanggung jawab pasca kegiatan berlangsung," pungkasnya.
Advertisement