Persela Terancam Sanksi Pengurangan Poin di Musim Kompetisi Championship 2026/2027 Mendatang
Kabar kurang sedap kembali menerpa Persela Lamongan. Klub sepak bola kebangaan warga Lamongan ini kembali terancam sanksi pada putaran musim kompetisi 2026/2027 mendatang.
Yakni, pengurangan poin sebelum tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini berlaga. Tegasnya, memulai kompetisi dengan poin minus.
Alasannya, karena Persela dianggap tidak memenuhi syarat lisensi klub pada putaran kompetisi Championship 2025/2026.
Persela tidak sendirian terancam sanksi inim Ada sembilan klub peserta Chamionship 2025/2026 lain yang senasib.
Di antaranya, Persiku Kudus, PSIS Semarang, Persiba Balikpapan, Kendal Tornado FC, PSBS Biak, Persiraja Banda Aceh, Sumsel United, Persikad dan Dejan FC, keduanyaasal Depok, Jawa Barat.
Ancaman sanksi ini berdasarkan hasil evaluasi lisensi klub yang diumumkan I-league selaku operator kompetisi sepakbola tanah air, dua hari yang lalu.
Direktur Bisnis Persela, Pradita Aditya, membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan, Persela sebenarnya sudah memenuhi empat dari lima aspek utama yang harus dipenuhi dalam lisensi klub.
Yaitu, aspek olahraga, infrastruktur, personalia dan administrasi, hukum serta keuangan.
Kriteria satu sampai empat sebenarnya juga sudah clear. Meskipun ada beberapa poin kecil yang belum lengkap, tapi statusnya masih aman.
"Kalaupun ada satu kendala dan belum terselesaikan, adalah masalah finansial. Penyebab utama keterlambatan Persela untuk menyelesaikan proses lisensi karena terjadi transisi manajemen," kata Adit,Jumat 15 Mei 2026.
Lebih jauh Adit menerangkan, tahapan lisensi klub dimulai dari 2025. Bahkan, sebelum kompetisi digulirkan. Namun saat peralihan dari manajemen lama ke manajemen baru pada pertengahan musim atau akhir tahun 2025, ternyata proses lisensi klub belum dikerjakan sama sekali.
"Poin lima, kita belum bisa menyuguhkan report finance. Karena saya baru masuk di pertengahan Desember (2025). Jadi hasil club licencing yang keluar 2026 ini sebenarnya proses dari tahun 2025," paparnya
Dengan sisa waktu yang terbatas, masih menurut Adit, manajemen Persela bekerja ekstra. Bahkan, sudsh ada tim khusus yang fokus mengerjakan lisensi klub. Tetapi, waktunya tidak mencukupi.
"Tim sudah tancap gas. Sehingga kriteria satu sampai empat sudah beres. Sedangkan untuk aspek finansial, sebenarnya kita sudah proses, sudah diaudit, tapi waktunya sudah habis," tukasnya.
Persela berharap, karena mayoritas aspek persyaratan dalam proses lisensi klub terselesaikan, sanksi yang akan diterima Persela lebih ringan.
"Kami berharap upaya maksimal yang sudah kita lakukan, bisa menjadi petimbangan I-League. Karena kita di er kesempatan banding, tentu juga akan mengajukan nanding untuk meminta keringanan sanksi," pungkasnya.
Diketahui, bagi klub-klub yang terancam sanksi karena masalah masalah lisensin klub masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding hingga 22 Mei 2026.
Advertisement