Pemkab Jember Minta Tambahan Revitalisasi 300 Sekolah pada 2026
Pemerintah Kabupaten Jember berharap kembali mendapatkan alokasi program revitalisasi sekolah pada 2026.
Harapan itu disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat peresmian program revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Jember oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, di SMP Negeri 1 Balung, Sabtu, 21 Februari 2026.
Fawait mengatakan, kuota revitalisasi tahun 2025 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember. Sebanyak 124 sekolah mendapatkan program perbaikan fisik melalui dukungan pemerintah pusat.
βBiasanya Jember hanya menerima sekitar Rp5 sampai Rp6 miliar untuk revitalisasi. Tapi tahun 2025 ini menjadi yang terbesar dalam sejarah. Ada 124 sekolah yang mendapat program revitalisasi,β ujarnya.
Menurutnya, tambahan kuota tersebut tidak lepas dari pembenahan data kerusakan sekolah yang dilakukan Pemkab Jember.
Ia mengungkapkan, sebelumnya terdapat 1.532 ruang kelas dalam kondisi rusak berat yang belum sepenuhnya tergambar dalam sistem pendataan nasional.
βKami benahi data di Dapodik. Kalau memang rusak, laporkan rusak. Jangan ditutupi. Karena kalau datanya tidak sesuai, kebijakan yang turun juga tidak akan tepat,β tegasnya.
Fawait menyebut, keberhasilan mendapatkan kuota besar pada 2025 menjadi momentum penting bagi perbaikan infrastruktur pendidikan di Jember.
Namun demikian, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari cukup mengingat masih ratusan sekolah dalam kondisi rusak berat.
βAlhamdulillah 124 sekolah sudah terbantu. Tapi kita masih punya pekerjaan rumah besar. Masih ada ratusan sekolah yang kondisinya rusak berat dan butuh perhatian serius,β katanya.
Karena itu, di hadapan Mendikdasmen, Fawait secara terbuka mengajukan tambahan kuota revitalisasi untuk tahun anggaran 2026.
Pemkab Jember mengusulkan sekitar 300 sekolah agar bisa masuk dalam program perbaikan tahap berikutnya.
βTahun 2026 kami kembali mengajukan kurang lebih 300 sekolah yang masih rusak berat. Mudah-mudahan bisa kembali mendapatkan perhatian seperti tahun 2025, bahkan lebih,β ucapnya.
Ia menambahkan, revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jember.
βPendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan IPM dan menurunkan kemiskinan. Kalau sekolah-sekolah kita layak, anak-anak belajar dengan nyaman, maka masa depan Jember juga akan lebih baik,β pungkasnya.
Advertisement