KONI Jatim Bentuk Koperasi Perkuat Ekonomi Atlet dan Purna Atlet
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menyiapkan pembentukan koperasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi atlet dan insan olahraga di Jatim. Hal ini ditandai dengan pertemuan KONI Jatim dengan Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Jatim, Kamis 25 Februari 2026.
Ketua KONI Jatim, M Nabil mengatakan, pembentukan koperasi ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan atlet, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas.
Ia menjelaskan, sebelumnya sudah ada program entreprenuership bagi atlet maupun mantan atlet. Produk-produk yang dihasilkan nanti bisa diperdagangkan melalui koperasi yang dibentuk. Sehingga, bisa memberikan penghasilan lebih.
“Teman-teman atlet yang sudah dilatih sebagai entrepreneur akan kami fungsikan sebagai leading sector dalam kegiatan usaha koperasi. Ini kegiatan nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa koperasi tersebut akan dibangun dengan asas manfaat dan menyasar seluruh elemen olahraga, mulai dari pengurus, pimpinan cabor, atlet, hingga jajaran KONI kabupaten/kota se-Jatim.
“Kami ingin menghadirkan peran nyata KONI bagi atlet dan insan olahraga agar mereka memiliki kemudahan dalam menunjang aktivitas serta kehidupan ekonominya,” ujar Nabil.
Sementara itu, Direktur Puskud Jatim Aida Fitri, memastikan pihaknya akan mengawal seluruh tahapan, mulai dari legalitas hingga pengembangan usaha. “Puskud Jatim akan mendukung sepenuhnya berdirinya koperasi KONI skala provinsi, termasuk perizinan dan pengembangan unit usahanya,” kata Aida.
Ia menjelaskan, koperasi akan membuka berbagai bidang usaha, seperti simpan pinjam, jasa keuangan, perdagangan sembako, beras, minyak goreng, hingga sektor usaha lain yang dikelola secara kolaboratif.
Salah satu fokus utama koperasi ini adalah memberdayakan atlet purna agar tetap produktif secara ekonomi. Dengan sistem koperasi, para mantan atlet diharapkan dapat bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri.
“Kami ingin membuka ruang besar pemberdayaan ekonomi sehingga atlet-atlet purna dapat menjadi entrepreneur dan mandiri secara finansial,” pungkasnya.
Advertisement