Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Danai Isu Ijazah Jokowi, Siap Tempuh Jalur Hukum
Isu soal ijazah Presiden ke-7 RI kembali memanas. Kali ini, nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, ikut terseret. Namun, JK—sapaan akrabnya—langsung angkat bicara dan membantah keras tuduhan tersebut.
Dalam keterangannya di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Senin 6 April 2026, Jusuf Kalla menegaskan dirinya sama sekali tidak terlibat dalam isu yang menyebut ijazah Joko Widodo palsu.
“Kami tegaskan bahwa itu tidak benar. Saya tidak pernah terlibat, tidak pernah mendanai, bahkan tidak mengenal yang bersangkutan,” tegas Kalla.
Pernyataan ini sekaligus menjawab kabar yang beredar di media dan media sosial, yang mengutip pernyataan seseorang bernama Rizmond. Tuduhan itu menyebut JK berada di balik pendanaan pihak tertentu untuk mempersoalkan keaslian ijazah Presiden.
Kalla juga meluruskan bahwa dirinya hanya mengenal Roy Suryo sebatas sebagai mantan menteri. Di luar itu, ia mengaku tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak lain yang ikut disebut dalam isu tersebut.
Akan Tempuh Jalur Hukum
Tak ingin polemik ini terus melebar, Jusuf Kalla memastikan akan mengambil langkah hukum. Ia bahkan sudah menunjuk kuasa hukum untuk menindaklanjuti persoalan ini ke aparat penegak hukum.
“Besok pengacara saya akan melaporkan ke Bareskrim untuk mencari kebenaran dan mempertanggungjawabkan pernyataan tersebut,” ujarnya.
Kuasa hukum JK, Abdul Haji Talaohu, menyebut laporan kemungkinan besar akan diajukan ke Bareskrim Polri atau Polda Metro Jaya, khususnya Direktorat Siber. Menurutnya, tuduhan tersebut sudah masuk kategori pencemaran nama baik.
Ia menegaskan laporan ke polisi akan dilakukan secepatnya untuk memberikan kepastian hukum sekaligus meluruskan informasi yang dinilai menyesatkan publik.
Sosok yang Menyebarkan Tuduhan
Salah satu nama yang disebut dalam polemik ini adalah Rismon Sianipar. Rismon sebelumnya diketahui sempat berada dalam kelompok bersama Roy Suryo dan pihak lain yang mempermasalahkan ijazah Presiden.
Namun belakangan, Rismon keluar dari kelompok tersebut. Ia bahkan sempat meminta maaf langsung kepada Presiden Jokowi di Solo. Meski begitu, pernyataan terbarunya yang menyebut Jusuf Kalla ikut mendanai isu ijazah kembali memicu kegaduhan di jagat maya.
Situasi ini menunjukkan bagaimana cepatnya informasi—benar atau tidak—menyebar di era digital. Karena itu, langkah hukum yang diambil Jusuf Kalla bisa menjadi upaya untuk menguji kebenaran sekaligus memberikan kejelasan di tengah simpang siur informasi yang beredar.
Advertisement