Indonesia Championship 2025 Dipastikan Menerapkan VAR, Sosialisasi Kali Pertama di Persela Lamongan
Indonesia Championship 2025-2026, kompetisi sepak bola nasional kasta kedua, dipastikan menerapkan Video Assistant Referee (VAR). Penggunaan teknologi pendukung wasit untuk meninjau insiden penting dalam sebuah pertandingan ini mulai disosialisasikan PSSI kepada peserta yang akan berlaga mulai 12 September 2025.
Adapun tim yang kali pertama mendapatkan sosialisasi adalah Persela Lamongan. Pelaksanaannya di gedung lantai tujuh Pemkab Lamongan, Kamis 4 September 2025.
Sosialisasi VAR dihadiri semua pemain dan pelatih. Adapun sebagai pemateri adalah pengurus dari Departemen Pengembangan Wasit PSSI. Sosialisasi memakan waktu cukup lama. Hampir dua jam.
Ketua Departemen Pengembangan Wasit PSSI, Andes Lestianto yang bertindak sebagai pemateri menjelaskan, setiap negara atau federasi anggota FIFA yang menggunakan VAR wajib mensosialisasikan kepada klub peserta kompetisi.
"Kebetulan sosialisasi ini, Persela yang pertama. Selanjutnya akan diselenggarakan di 20 klub dengan metode yang sama," katanya.
Secara detil Andes, sapaan akrabnya, menjelaskan tentang fungsi dan manfaat VAR. Bahkan, ia juga menampilkan contoh sejumlah insiden atau dalam sebuah pertandingan, tentang alasan wasit perlu meninjau VAR.
"Wasit terpaksa harus meninjau kembali keputusannya setelah mendapat protes dan berkonsultasi dengan operator. Atau, bisa juga atau informasi pada bagian operator, karena wasit tidak melihat sebuah insiden saat pertandingan," terangnya.
Pastinya, penerapan VAR akan membantu jalannya pertandingan menjadi lebih fair play. Dan, sosialisasi wajib dilaksanakan karena dalam sepak bola, dengan atau tanpa VAR pasti berbeda.
"Pemain atau pelatih diminta lebih bersabar karena waktu untuk pengecekan. Dengan penerapan VAR pemain tidak perlu protes berlebihan karena semua sudah terpantau VAR," jelasnya.
Dijelaskan pula, dengan penerapan VAR ini yang berhak melakukan protes hanya kapten tim. Pemain lain dilarang protes, apalagi berlebihan. Karena semua insiden terpantau dengan 10 alat perekam yabg berada di stadion pertandingan.
"Semisal kapten tim ternyata pemain asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia, baru boleh didampingi pemain lain atau pihak lain yang bertugas menerjemahkan apa yang disampaikan wasit,' beber Andes.
Sementara itu, Pelatih Persema Lamongan, Aji Santoso mengaku senang dan menyambut baik penerapan VAR di ajang Championship 2025-2026 ini. Sehingga pertandingan berlangsung fair play dan lebih kompetitif.
Untuk itu, Aji yang asli Malang ini, meminta kepada pemain harus lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan, karena apapun yang dilakukan terekam oleh kamera untuk keperluan VAR.
"Saya sampaikan kepada pemain agar tidak.melakukan pelanggaran atau aksi-aksi yang tidak perlu, karena bisa merugikan tim. Contoh, tadi juga disampaikan ada pemain mencetak gol, tapi di sisi lapangan ada pelanggaran, bisa jadi gol digagalkan," ujarnya.
Sehingga, harapan Aji, pemain diminta dewasa dalam menghadapi masalah saat pertandingan, terutama dalam segi mental emosional.
"Intinya kompetisi nanti, Insya Allah pertandingan akan berjalan fair. Karena wasit dibantu dengan sistem VAR ini," pungkasnya.
Advertisement