Gandeng Sport Manajemen Korea, Persewangi akan Renovasi Stadion Diponegoro dan Buat Training Camp
Manajemen Persewangi menunjukkan keseriusannya membangun sepak bola di Banyuwangi. Kini, Manajemen Persewangi menggandeng manajamen olahraga profesional dari Korea Selatan, Sportizen. Bersama Sportizen, Persewangi akan memperbaiki Stadion Diponegoro dan membangun training camp di kawasan Argo Wisata Tamansuruh (AWT), Banyuwangi.
Perwakilan dari Spotizen telah datang ke Banyuwangi melihat langsung Stadion Diponegoro dan AWT didampingi Owner Persewangi, Purwo Handoko dan Presiden Klub Persewangi, Handoko, Jumat, 3 April 2026, siang.
Presiden Klub Persewangi, Handoko, mengatakan, Persewangi telah menandatangani MoU dengan Bupati Banyuwangi soal pengelolaan aset tahun lalu. Selanjutnya, Persewangi membantu mempromosikan pariwisata Banyuwangi makin dari sisi olahraga atau sport tourism.
Persewangi kemudian mengajak sportizen, perusahaan Korea yang bergerak di berbagai aspek sport. Mulai marketing, klub sepak bola, golf, basket dan berbagai jenis bisnis olahraga lainnya.
"Dari pembicaraan itu, akhirnya mereka mau, tertarik, dan akhirnya hari ini datang ke Banyuwangi. Mudah-mudahan ini akan jadi titik awal pengembangan sepak bola Banyuwangi yang memang itu kita canangkan dari awal kita masuk ke Persewangi," kata Handoko.
Saat ini ada dua titik yang rencananya akan di kelola Persewangi. Yakni Stadion Diponegoro dan AWT yang akan dijadikan training camp. Mengenai detil pengelolaan dan pengembangan masih akan dibicarakan lebih detil lagi dengan Pemkab Banyuwangi.
"Kita ingin memajukan, kita ingin membangun sepak bola ini dengan yang lebih industrialis gitu, kita ini bergerak lebih maju, profesional sehingga nanti industri sepak bola juga akan berkembang dengan baik," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Owner Persewangi, Purwo Handoko mengatakan, Persewangi telah bekerja sama dengan Sportizen untuk mengembangkan fasilitas olahraga di Banyuwangi.
"Makanya mereka datang ke sini melihat fasilitas," jelasnya.
Dijelaskannya, saat ini Persewangi sedang mengajukan untuk mengelola Stadion dan juga AWT untuk waktu yang cukup panjang yakni 30 tahun. Jika pengelolaan jangka panjang di setujui Pemkab Banyuwangi, selanjutnya Stadion Diponegoro akan direnovasi.
Di mulai tahun ini, lapangan di Stadion akan diperbaiki agar standar FIFA. Kemudian pada tahun 2027, tribun akan direnovasi menjadi single seat semuanya. Ini sekaligus sebagai persiapan apabila Persewangi nanti bisa masuk Liga 2 atau Liga 1.
"Persiapannya gak boleh mendadak, harus dari sekarang," katanya.
Dia ingin, Stadion Diponegoro meskipun kecil tapi bagus dan sudah sesuai standar FIFA seperti stadion-stadion yang ada di Eropa. Sehingga jika ada pertandingan persahabatan atau event intenasional bisa dilakukan di Banyuwangi.
"Paling kalau kita bisa perluas, kemarin konsultan kita paling sampai dua belas ribu. cukuplah, cukup segitu jangan sampai stadionnya besar, tapi penontonnya sedikit," tegasnya.
Manajemen Persewangi dan perwakilan pemilik Sportizen juga berkunjung ke AWT. Di tempat itu, rencananya juga akan disewa dalam jangka panjang. Di sana rencananya akan dibangun training ground yang terdiri dari dua atau tiga lapangan dan fitness center.
"Itu harus standarnya internasional. Jadi kalau musim dingin di eropa atau musim dingin di Korea mereka nggak bisa latihan. Nah, mereka sewa ini tiga bulan," ujarnya.
Advertisement