Puncak Arus Mudik di Lintasan Ketapang-Gilimanuk Diprediksi Pada 14-17 Maret 2026
ASDP Ketapang, Banyuwangi, memprediksi puncak arus mudik di lintas Ketapang-Gilimanuk terjadi mulai H-7 Lebaran. Apalagi pada 18 hingg 20 Maret 2026, lintasan yang menghubungkan Jawa dengan Bali itu akan ditutup untuk total menghormati perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan, hingga saat ini, arus penyeberangan di lintas selat Bali masih normal dan berjalan dengan normal. Baik dari Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, maupun sebaliknya.
"Masih normal semua, dari Jawa ke Bali maupun latar dari Denpasar ke siniΒ masih normal semuanya," jelasnya, Selasa, 10 Maret 2026.
Masa mudik lebaran tahun ini, menurutnya, bersamaan dengan peringatan Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Bali. Sehingga lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk anak ditutup mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB.Β
Dengan kondisi ini, puncak arus mudik yang memanfaatkan kapal penyeberangan lintasan Ketapang-Gilimanuk akan terjadi sebelum penutupan dalam rangka Hari Raya Nyepi.Β
"Jadi prediksi kita sekitar 14 sampai 17 ini yang mungkin nanti akan ada lonjakan baik dari Jawa maupun dari Bali," tegasnya.
Tahun ini pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk diprediksi naik rata-rata sebesar sebesar 4 persen untuk penumpang, dan 6 persen untuk kendaraan dengan rincian kendaraan roda 2 sebanyak 8 persen, bus 9 persen dan roda 4 sebesar 5 persen.Β
ASDP Ketapang sudah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi antrean pada saat dan pasca penutupan penyeberangan. Arief menyebut, ASDP telah menyiapkan dua buffer zone di wilayah Watu Dodol dan di kawasan dermaga Bulusan. ASDP juga bekerjasama dinas terkait seperti Dinas Perhubungan yang akan juga menyiapkan beberapa lokasi jika kondisi antrean ekstrim.Β
"Tentunya nanti juga kami bekerja sama dengan teman-teman dari kepolisian untuk pengaturan di jalan raya," tegasnya.Β
Advertisement