Pemkab Banyuwangi Imbau Warga Warga Tidak Gunakan Kantong Plastik untuk Bungkus Daging Kurban
Di momen hari Raya Iduladha, Pemkab Banyuwangi mengimbau masyarakat tidak menggunakan kantong plastik untuk membagikan daging kurban. Warga diminta mengganti kemasan dengan wadah alternatif seperti besek bambu, daun pisang, daun jati, atau wadah lain yang ramah lingkungan.
"Kita ingin mulai membiasakan warga mulai sadar untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Gunakan wadah yang bisa dipakai berkali-kali untuk mengurangi sampah plastik," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa, 26 Mei 2026.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menambahkan, pihaknya mendorong panitia kurban, baik di lingkungan Pemkab maupun masjid dan musala, untuk mulai menggunakan wadah yang `lebih ramah lingkunganβ sebagai pengganti bungkus daging kurban.
"Wadah seperti besek, daung pisang, daun jati, hingga kantong kertas selain lebih alami juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai," katanya.
Jika penggunaan plastik masih belum bisa dihindari, Bayu menyarankan masyarakat memilih wadah yang dapat dipakai ulang agar tidak langsung menjadi sampah.
"Harga plastik naik cukup tinggi dan ini bisa menjadi momentum beralih ke wadah alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Atau paling tidak menggunakan wadah yang bisa digunakan kembali," jelasnya.
DLH juga mengimbau masyarakat yang mengambil daging kurban membawa wadah sendiri dari rumah untuk membantu menekan penggunaan kantong plastik sekali pakai.
"Mari kita biasakan mulai sekarang ciptakan lingkungan lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan dengan mengurangi sampah plastik," ajaknya.
Advertisement