Mewaspadai Flu Super
Beberapa hari terakhir Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan infeksi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu yang meningkat. Tercatat per 25 Desember 2025 ada 62 kasus yang diambil dari data pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Puluhan kasus tersebut tersebar di 8 Provinsi
Memang flu jenis ini sedang menjadi sorotan dunia, termasuk di Indonesia. Di dalam negeri saja sebaran kasus paling banyak ditemukan di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. Sementara di Amerika Serikat (AS) ternyata lebih parah. Sejak Oktober 2025, setidaknya 7,5 juta orang di AS jatuh sakit akibat super flu. Hal yang sama juga terjadi di Inggris.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman menjelaskan pihaknya belum merinci seperti apa kondisi keseluruhan pasien. Selain itu juga tentang pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut akibat flu super ini.
Sementara itu Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa fenomena kenaikan kasus influenza A(H3) secara global memang terpantau, khususnya di Amerika Serikat. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada mengidentifikasi sejak Agustus 2025 hingga sekarang penyakit ini telah menyebar di lebih dari 80 negara.
Kabar baiknya label βlebih parahβ yang menjadi kekhawatiran masyarakat tidak terbukti secara data. βBerdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,β ujar dr. Prima dalam keterangannya.
Organisasi kesehatan dunia seperti WHO juga memasukkan varian ini dalam pengawasan global influenza, namun belum ada bukti bahwa varian ini menyebabkan tingkat keparahan yang jauh lebih tinggi dibanding virus flu pada umumnya.
Melansir laman rsjrw.id gejala Flu super mirip dengan influenza musiman yaitu demam tinggi dan menggigil, batuk dan pilek, nyeri otot dan sakit kepala, kelelahan ekstrem, hingga sakit tenggorokan dan gangguan pernapasan ringan. Selain itu nyeri otot sendi yang lebih hebat, lemas ekstrem (prostration, sakit kepala berat. Untuk tindakan pencegahannya antara lain adalah melindungi diri dan orang sekitar dari influenza, termasuk varian subclade K yang disebut Superflu.
Kemudian melakukan vaksin influenza musiman masih memberikan perlindungan terhadap berbagai strain, termasuk sebagian varian yang beredar. Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah kebiasaan hidup bersih dan sehat. Selain itu cuci tangan pakai sabun, tutup mulut saat batuk, dan hindari kontak dekat saat sakit sangat membantu mengurangi penularan. Terakhir adalah mewaspadai gejala berat. Sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan jika gejala semakin berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement