Libur Lebaran, Gunung Bromo Diserbu Ribuan Wisatawan
Kawasan wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo akhirnya dibuka kembali diserbu ribuan wisatawan saat liburan panjang Lebaran.
Tidak hanyaย wisatawan nusantara (wisnu). Tetapi,ย wisatawan mancanegara (wisman) juga memadati destinasi wisata primadona di Jawa Timur itu. Sebelumnya, empat ditutup selama Hari Nyepi,ย
โTren kenaikan jumlah wisatawan Gunung Bromo terlihat pada hari kedua Lebaran,โ kata Ketua Tim Data Evaluasi dan Pelaporan (Evlap) Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Hendra Wisantara, kepada wartawan, Selasa, 24 Maret 2026.
Pada Sabtu, 21 Maret 2026, kata Hendra, tercatat sebanyak 884 wisnu dan 50 wisman berkunjung ke Gunung Bromo. Lonjakan jumlah wisatawan Bromo mulai terlihat sejak H+2 Lebaran dan diperkirakan masih akan bertahan hingga hari ini, Selasa, 24 Maret 2026.
โSetelah itu, diprediksi jumlah wisatawan mulai menurun karena masyarakat kembali beraktivitas kerja mulai Rabu, 25 Maret 2026,โ terang Hendra.
Masih terkait grafis peningkatan jumlah wisatawan, pada Minggu, 22 Maret 2026 dilaporkan jumlah kunjungan wisatawan melonjak menjadi 5.584 wisnu dan 126 wisman.ย
Sehari berselang, Senin, 23 Maret 2026, jumlah wisatawan Bromo kembali naik menjadi 8.703 wisnu dan 112 wisaman.ย
Hingga Selasa, 24 Maret 2026 sore, dilaporkan sebanyak 8.797 wisnu dan 54 wisman mengunjungi Bromo.
Melonjaknya jumlah wisatawan selama libur panjang Lebaran membuat pihak BB TNBTS mengambil langkah penyesuaian kuota.
โKami menambah kuota kunjungan harian sebanyak 1.500 tiket. Penambahan ini bersifat dinamis, disesuaikan dengan kondisi di lapangan,โ papar Hendra.
Selain penambahan 5.000 tiket per hari, kata Hendra, pada jam-jam tertentu bisa ditambah seiring dengan pergerakan wisatawan yang mulai keluar kawasan. Semua disesuaikan dengan kondisi dan situasi.
Adapun antisipasi kecelakaan lalu lintasย terkait dengan meningkatnya jumlah wisatawan Bromo saat libur panjang Lebaran, sudah disiapkanย langkah antisipasi untuk mencegah kecelakaan lalu lintas (laka lantas).ย
Jalur jalan yang menurun tajam, yang rawan kecelakaan lalu lintas terhadap pengendara sepeda motor matik di sejumlah ruas jalan, dijaga ketat.
Pemerintah Desa (Pemdes) Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo secara rutin juga menggelar pengamanan pada ruas jalan di antaranya, di kawasan Jurang Lemah Kuning.ย
Tempat rawan kecelakaan (black spot) dijagaย sejumlah petugas, meminta pengendara sepeda motor, khususnya motor matik yang baru turun dari kawasan Bromo, dihentikan.ย
Kepala Desa Ngadisari, Sunaryono mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah risiko kecelakaan akibat rem blong atau mesin yang terlalu panas.ย
โPengendara kami minta berhenti sejenak agar mesin dan rem tidak overheat. Ini penting karena jalur turunan cukup ekstrem dan berbahaya jika dipaksakan,โ terang kades.
Kades Sunaryono menambahkan, pengamanan ini dilakukan setiap hari selama libur panjang Lebaran, mulai pukul 08.00 WIBย hingga 16.00 WIB.
โSejak H-1 Lebaran, sekitar 100 hingga 300 pengendara motor setiap hari diminta berhenti untuk beristirahat sejenak,โ pungkasnya.
Advertisement