Jokowi Bersyukur Pemilu Berlangsung Aman
Presiden Joko Widodo, menggunakan hak pilihnya di TPS 008 Gambir tepat pukul 11.25 WIB. Calon presiden petahana itu didampingi Ibu Negara Iriana, dengan nomor urut 145 dan 146.
Dalam pernyataan singkatnya, Jokowi bersyukur dapat menggunakan hak pilihnya. Ucapan syukur itu disampaikan pula terkait dengan pelaksaanan pemilu yang barlangsung aman dan lancar. "Semoga suasana kondusif seperti ini tetap tetap terjaga selamanya," kata Jokowi, sambil bergegas menuju mobilnya.
Dari dua pasang pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019, calon presiden 01 Joko Widodo yang terakhir menggunakan hak pilihnya. Sedang calon presiden 02, Prabowo Subianto, mencoblos tadi pagi di TPS 041, yang tak jauh dari tempat tinggalnya, Kampung Curug 02/09, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor.
Calon presiden petahana Joko Widodo, merupakan calon presiden terakhir yang menggunakan hak pilihnya. Dibanding TPS lain, TPS 008 ini mendapat perlakuan khusus, utamanya dari segi pengamanan. Di samping anggota Paspampres yang melekat pada jabatan presiden, beberapa personel Polri dan TNI bersenjata lengkap disiagakan di kawasan TPS sejak Selasa malam 16 April 2019. Di kawasan TPS khusus ini, juga terdapat kendaaran taktis lapis baja.
Untuk masuk ke TPS 008, calon pemilih harus melalui metal detector diawasi dengan ketat oleh anggota Paspampres. Presiden Joko Widodo sebagai petahana pada pemilihan presiden 2019, menggunakan hak pilihya di TPS 008, Jalan Veteran Raya, Jakarta Pusat, pukul 11.25 WIB. Lokasi TPS Jokowi, sekitar 200 meter dari Istana Negara.
Sementara calon wakil Presiden 01 Ma'ruf Amin menggunakan hak pilihnya di TPS 051 Jalan Deli Lorong 27 RT.007/008 Koja Jakarta Utara. Calon wakil presiden 02, Sandiaga Uno, menggunakan hak pilihnya di TPS 002 Jalan Sriwijaya 2, belakang SMK 15 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
Ketua KPU RI Arief Budiman, mengajak seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih, berbondong bondong ke TPS yang telah ditentukan untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani.
"Jangan memilih karena diberi sesuatu, atau karena dipaksa oleh orang lain. Azas Pemilu adalah bebas, langsung umum, rahasia dan jujur," kata Arief Budiman. (asm)