IPSI Jatim Cari Bibit Prestasi di Kejurprov Pencak Silat Jatim BHS Cup 2026
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur memperebutkan Piala Bergilir Bambang Haryo Soekartono (BHS) resmi bergulir di Gelora Pancasila, Surabaya, 17-21 Mei 2026. Turnamen ini jadi ajang pembinaan silat di Jatim.
Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jatim, Bambang Haryo mengatakan, event ini bukan sekadar agenda tahunan namun diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi ke depan.
Karena itu, dari event ini akan diambil para juara untuk melanjutkan pembinaan dalam skuad Puslatda Jatim yang akan dipersiapkan menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 tahun depan.
βAjang ini menjadi bagian dari seleksi atlet menuju Pra-PON dan PON. Kami ingin memastikan Jawa Timur kembali memiliki kekuatan besar di pencak silat,β ujar BHS, Minggu 17 Mei 2026.
Meski secara ketentuan, ada pembatasan kuota puslatda karena atlet yang memenuhi tidak banyak. Namun, secara mandiri pembinaan akan dilakukan secara intensif di internal organisasi.
Karena itu, ia memastikan pembinaan tidak akan berhenti sampai mencapai prestasi yang diharapkan. βPembinaan sekarang jauh lebih baik. Kami yakin prestasi Jawa Timur akan meningkat,β tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M. Nabil memberikan apresiasi terhadap langkah IPSI Jatim yang berani menggelar kejuaraan besar secara mandiri.
Menurutnya, kejuaraan menjadi sangat penting untuk mengukur prestasi masing-masing atlet. Dari itu, akan terseleksi atlet-atlet terbaik yang dapat meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
βJangan hanya ramai peserta, tetapi prestasi stagnan. Harus ada lompatan kualitas,β kata Nabil.
Dengan kejuaraan ini, ia berharap, pembinaan selanjutnya dapat berjalan intens sehingga dapat meraih tiket sebanyak mungkin di BK PON untuk menuju PON 2028.
Potensi atlet yang cukup besar, ditambah banyaknya perguruan silat di Jatim harus memperlihatkan kekuatan sesungguhnya. Sehinggam, ironis jika kekuatan tersebut tidak berbanding lurus dengan raihan medali emas di PON. βNomor pertandingan ada 22, Sangat ironis kalau Jawa Timur tidak menjadi kekuatan besar pencak silat,β pungkasnya.
Advertisement