Gunung Semeru Erupsi Lagi, 14 Kali Gempa Letusan dalam Sehari
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Selasa, 26 Mei 2026, pukul 01.05 WIB. Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa ini terus menunjukkan peningkatan, dengan tercatat enam kali erupsi dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu saat erupsi mencapai 600 meter di atas puncak atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi 128 detik.
PVMBG Catat 14 Kali Gempa Letusan Gunung Semeru
Menurut laporan aktivitas vulkanik MAGMA Indonesia, status aktivitas Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.
Pengamatan kegempaan pada Selasa, 26 Mei 2026, pukul 18.00β23.59 WIB menunjukkan adanya 14 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo antara 10β22 milimeter dan durasi gempa 78β151 detik.
Selain itu, petugas juga mencatat enam kali gempa hembusan dengan amplitudo 2β6 milimeter dan lama gempa 38β94 detik.
Aktivitas kegempaan lainnya meliputi satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 4 milimeter selama 184 detik serta satu kali gempa tektonik jauh berdurasi 119 detik.
Gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, ini terpantau jelas hingga tertutup kabut tipis. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga hujan dengan arah angin lemah menuju timur laut.
Semeru Jadi Gunung Api Paling Aktif pada 2026
Data MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026 telah terjadi 2.155 letusan gunung api di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, Gunung Semeru tercatat menjadi gunung api paling aktif dengan total 1.082 kali erupsi sepanjang tahun ini.
Gunung Semeru memiliki posisi geografis di koordinat lintang -8.108 dan bujur 112.92 dengan ketinggian sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
PVMBG Keluarkan Peringatan, Warga Diminta Waspada
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar kawasan tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
Advertisement