Ditemukan Mayat Laki-Laki Korban Pembunuhan di Lamongan, Mulut dan Mata Terikat Kain
Warga Dusun Semlawang, Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas. Mayat ini tergeletak di dalam saluran irigasi, tepi jalan raya poros nasional Babat-Lamongan, Selasa 21 Oktober 2025.
Kondisi mayat sangat mengenaskan. Korban yang diperkirakan usia 27 tahun itu mengalami lebam-lebam pada bagian wajah. Persisnya, mata dan dahi sebelah kiri, serta punggung. Mulut terikat kain kaus warna hitam, sementara tangan, kaki dan mata dalam keadaan terikat kain warna kuning. Dipastikan korban pembunuhan.
"Diduga tempat kejadian perkara (TKP) ini sebagai pembuangan. Eksekusinya kemungkinan di tempat lain," kata Kapolsek Sukodadi, Iptu Moch. Sokep.
Lebih jauh Iptu Sokep menjelaskan, orang yang pertama kali mengetahui keberadaan mayat adalah Agus, 32, warga setempat. Saat itu sekitar pukul 08.00 WIB, ketika ia hendak ke sawah. Tapi, Iptu Sokep mengaku baru menerima laporan pukul 09.39 WIB. Dan, saat itu juga ia bersama beberapa anggotanya langsung ke TKP.
Saat itu, juga Tempat Kejadian Perkara (TKP) diamankan dengan memasang police line melingkari posisi mayat. Sedang kondisi tanah dan tanaman sekitar TKP tidak ditemukan ada tanda-tanda bekas adanya aktivitas.
Kondisi tanah yang masih lembek karena bekas hujan tidak terlihat ada tapak kaki. Semak tanaman juga masih rapi tidak ada yang teracak-acak.
"Kemungkinan karena itulah, TKP ini diduga bukan tempat eksekusi. Tapi itu baru dugaan, tentu akan diselidiki lebih jauh oleh Satreskrim Polres," terangnya, kepada Ngopibareng.id di lokasi kejadian.
Sejumlah anggota Satreskrim dan Tim Inafis Polres Lamongan datang untuk melakukan olah TKP serta mencari barang bukti. Termasuk KBO Satreskrim Iptu Yusuf dan Kanit I Pidum Iptu Sunanda.
Menurut Iptu Yusuf, barang bukti yang berhasil dikumpulkan, di antaranya berupa sebuah gitar kecil, jaket parasut dan topi warna hitam. Selain itu, tali kain warna kuning dan tali kain kaus warna hitam.
Setelah pemeriksaan di TKP dirasa cukup, mayat korban secepatnya dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan autopsi.
"Identitas korban belum diketahui pasti. Masih harus dilakukan pemeriksaan sidik jari," tandas KBO Satreskrim Polres Lamongan, Iptu Yusuf.
Advertisement