Borobudur Dipasangi Lift
Pemasangan "stair liff" di atas bangunan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tanpa menggunakan paku dan bor sehingga tidak merusak batuan candi.
Direktur Utama InJourney Maya Watono di Magelang, menyampaikan semua dilakukan dengan mengedepankan agar tidak merusak struktur candi dan menjunjung tinggi ketentuan yang ditetapkan oleh UNESCO.
"Kami sudah berkali-kali dengan Kementerian Kebudayaan berdiskusi supaya apa yang kita lakukan ini sesuai dengan UNESCO," katanya.
Ia menyampaikan pemasangan alat tersebut bersifat portable. Masyarakat yang tidak bisa naik candi sebelumnya, sekarang bisa naik candi terutama untuk beribadah.
"Biksu-biksu senior yang ingin sekali beribadah di atas Candi Borobudur, yang saat ini tidak bisa sekarang punya kesempatan untuk naik. Kami berpegang bahwa beribadah itu harusnya tidak ada keterbatasan, jadi kita harus bisa memfasilitasi yang mau beribadah," katanya.
Ia menyampaikan InJourney memang mengedepankan empat pilar, pertama inklusifitas, kedua spiritual and culture, ketiga hijau dan edukasi.
"Inklusivitas ini sangat penting , karena di situs-situs heritage dunia, di mana-mana ini sudah ada progres mengenai fasilitas prasarana, kami ingin juga ada di Candi Borobudur," katanya. Ia menyampaikan umat Buddha di seluruh dunia itu hampir 500 juta, dan di Asia sekitar 300 juta.
"Kalau kita bisa mengambil 1 persennya saja itu 3 juta, devisa yang masuk untuk Indonesia luar biasa dan akhirnya ekonomi, dampak yang didapatkan untuk masyarakat Magelang, masyarakat sekitar Borobudur dan Jateng, Indonesia akan luar biasa," katanya.
Sebelumnya Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, mengatakan pemasangan eskalator non-permanen di Candi Borobudur dilakukan pemerintah berdasarkan permintaan dari pemerintah Prancis dalam rangka kunjungan resmi Presiden Emmanuel Macron.
Dalam pernyataannya di kantor PCO Gambir Jakarta Pusat, Hasan mengatakan bahwa fasilitas yang disiapkan pemerintah merupakan sarana bantu sementara guna mendukung kelancaran kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke situs warisan dunia tersebut.
"Pemerintah kita, tanggal 28 atau 29 bulan ini akan menerima kunjungan kenegaraan dari negara yang sangat penting. Negara Perancis. Ini tentu sangat penting bagi Indonesia," katanya ketika disinggung terkait viralnya hal tersebut di media sosial.
Menurut Hasan, kunjungan Presiden Macron akan didampingi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai bagian dari agenda kunjungan kenegaraan, kata Hasan, pemerintah ingin memastikan tamu negara dapat mengakses dan menikmati keindahan serta kemegahan Candi Borobudur secara optimal, meskipun dengan waktu yang terbatas.*
Advertisement