Arus Mudik Lintas Jawa-Bali Diprediksi Naik Hingga 10 Persen
Mobilitas masyarakat diproyeksikan meningkat signifikan pada mudik Lebaran tahun 2026 ini. Secara nasional, ASDP memperkirakan total pergerakan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan. ASDP terus memperkuat kesiapan operasional guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat pada arus mudik Lebaran.
Corporate secretary PT. ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, mengatakan, untuk mendukung kelancaran opersional, ASDP bersama pemangku kepentingan telah menyiapkan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk.Β
"Mereka akan disiagakan di pelabuhan, buffer zone, serta titik krusial lainnya," jelas Corporate secretary PT. ASDp Indonesia Ferry, Windy Andale, dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.
Khusus lintasan Jawa menuju Bali, jumlah penumpang diprediksi tumbuh sekitar 10 persen dan kendaraan meningkat 9,3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara arus sebaliknya dari Bali menuju Jawa juga diproyeksikan meningkat dengan pertumbuhan sekitar 9,5 persen pada penumpang dan 8,7 persen pada kendaraan.
"Di lintasan KetapangβGilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan. Dari 28 hingga 32 unit untuk memperkuat kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang," katanya.
Windy mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui platform resmi Ferizy yang sudah dapat dipesan sejak H-60 sebelum keberangkatan.
βHindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar,β ujarnya.
Dengan Ferizy, pengguna jasa juga mendapatkan fleksibilitas perjalanan, termasuk fasilitas refund dengan potongan 25 persen serta reschedule dengan potongan 10 persen dari harga tiket, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan.
Dengan kesiapan operasional yang diperkuat serta dukungan digitalisasi layanan, ASDP berkomitmen menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi pada periode mudik, ASDP juga terus berkoordinasi dengan BMKG. Berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua Pegunungan.
Selain itu, pada periode Maret hingga April diperkirakan terjadi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa sampai Nusa Tenggara Timur.
"Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat," ujarnya.
Advertisement