17 SPPG Disuspensi, Anggota Komisi E DPRD Jatim Ingatkan SPPG Jaga Mutu
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjaga mutu makanan yang diberikan kepada para siswa. Hal ini disampaikan karena ada 17 SPPG di Jatim yang telah disuspensi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) mutu yang tidak sesuai standar.
Cahyo pun mendukung langkah tegas BGN telah mengsuspensi 17 SPPG sebagai evaluasi untuk memastikan makanan yang diberikan sesuai standar. Ia menjelaskan, program MBG ini merupakan salah satu program priotitas Pemerintah Pusat yang baik dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan gizi yang baik akan membuat anak-anak tumbuh kembang dengan baik.
"Nah, MBG ini adalah salah satu cara kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita untuk menghadapi masa-masa yang akan datang," kata Cahyo.
Dalam prakteknya, aku politisi Gerindra itu, memang ditemukan beberapa SPPG yang tidak profesional, tidak menjaga standarisasi yang sudah ditetapkan oleh BGN. Bisa dari tempat yang kurang memenuhi standar, atau teknis pengolahan atau pengemasan yang salah.
Dari kondisi tersebut, ia mendorong pemerintah dan juga kader-kader Partai Gerindra sebagai pengusung utama Prabowo Subianto untuk rutin melakukan pengawasan di setiap SPPG.
"Kalau dalam pelaksanaannya ada kekurangan, tolong bantu kami, beri tahu tempatnya di mana, dapurnya di mana, kita akan akan tidak tegas. Kita akan kerja sama dengan kepolisian dan pihak-pihak terkait agar kita memberikan sanksi dan memperbaiki apa yang sudah ada," kata Cahyo.
Untuk itu, ia berharap ke depan SPPG yang sudah mendapat kesempatan menjalankan program ini agar bekerja lebih profesional menjaga mutu sesuai standarisasi yang ditetapkan oleh BGN.
"MBG ini program yang bagus, jangan sampai karena hal-hal tertentu akhirnya mengganggu hal yang baik ini, akhirnya tidak bisa menjadi bermanfaat kepada masyarakat," pungkasnya.
Advertisement